8 Peristiwa Penting di Bulan Rajab: dari Isra Mi�raj hingga Kelahiran NU

13 February 2026 | 6 Dilihat | Umum

8 Peristiwa Penting di Bulan Rajab: dari Isra Mi�raj hingga Kelahiran NU

SUBANG – Bulan Rajab kembali menyapa umat Islam. Kedatangannya bukan sekadar penanda pergantian waktu, melainkan momentum masuknya salah satu dari al-Asyhur al-Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan).

Bersama Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram, Rajab memegang status istimewa di mana Allah SWT melarang peperangan dan melipatgandakan nilai ibadah di dalamnya, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 36. Namun, selain kemuliaan spiritualnya, Rajab ternyata menjadi saksi bisu berbagai tonggak sejarah peradaban Islam yang monumental:

1. Awal Mula Cahaya Kenabian

Di bulan inilah Sayyidah Aminah binti Wahb mulai mengandung janin mulia, Muhammad SAW. Ini adalah titik awal hadirnya rahmat bagi seluruh alam semesta sebelum akhirnya Sang Nabi lahir sembilan bulan kemudian di bulan Rabi’ul Awwal.

2. Peristiwa Agung Isra’ Mi’raj

Tepat pada 27 Rajab, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu melalui peristiwa Isra’ Mi’raj. Penting dicatat, perjalanan ini adalah cara Allah memuliakan Rasul-Nya dan memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya di tempat yang suci dari maksiat.

3. Strategi Perang Tabuk

Pada hari kesepuluh bulan Rajab tahun 9 Hijriah, terjadi Perang Tabuk. Peristiwa ini menjadi ujian kepatuhan, kesabaran, dan ketahanan kaum Muslimin di masa-masa sulit menghadapi tentara Romawi.

4. Wafatnya Raja yang Adil (An-Najasyi)

Masih di tahun 9 Hijriah, Raja An-Najasyi dari Habasyah (Ethiopia) wafat. Beliau dikenal sebagai raja yang melindungi kaum Muslimin saat hijrah pertama dan meninggal dunia dalam keadaan telah memeluk Islam.

5. Berpulangnya Sang Imam Mazhab (Imam Syafi’i)

Dunia fiqih kehilangan salah satu pilar terbesarnya, Imam Syafi’i, yang wafat pada bulan Rajab tahun 204 H di Mesir dalam usia 54 tahun. Warisan keilmuan beliau hingga kini menjadi pegangan utama, termasuk bagi kita di Indonesia.

6. Wafatnya Khalifah Umar bin Abdul Aziz

Sosok yang kerap dijuluki sebagai "Khulafaur Rasyidin kelima" karena keadilannya, Khalifah Umar bin Abdul Aziz, wafat pada Rajab tahun 101 H di usia yang masih cukup muda, yakni 39 tahun.

7. Pembebasan Baitul Maqdis oleh Sultan Shalahuddin

Pada 27 Rajab 583 H, Sultan Shalahuddin Al-Ayyubi berhasil merebut kembali Palestina. Uniknya, kemenangan ini diawali dengan gerakan pemurnian akidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Asy’ariyyah) yang dikumandangkan di masjid-masjid sebelum Subuh guna menyatukan hati umat.

8. Lahirnya Nahdlatul Ulama (NU)

Bagi umat Islam Indonesia, Rajab memiliki arti sejarah yang sangat dekat. Pada 16 Rajab 1344 H (31 Januari 1926), para ulama di Surabaya resmi mendirikan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga tradisi bermazhab dan membentengi akidah Ahlussunnah wal Jama’ah.


Kesimpulan

Dengan deretan sejarah emas tersebut, bulan Rajab selayaknya menjadi waktu refleksi bagi kita semua. Mari tingkatkan kualitas diri, memperbanyak amal shaleh, dan mempererat tali persaudaraan umat.


Sumber Materi: Ustadz Nur Rohmad (NU Online) Redaksi: Humas Pondok Pesantren Syekh Mahmud Lokasi: Subang, Jawa Barat

Bagikan:

Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar