Bukan Sekadar Selesai Mengaji: Catatan Haru Khataman Idaroh di Ponpes Syekh Mahmud

07 March 2026 | 50 Dilihat | Prestasi

Bukan Sekadar Selesai Mengaji: Catatan Haru Khataman Idaroh di Ponpes Syekh Mahmud

SUBANG, 5 MARET 2026 – Suasana di Pondok Pesantren Syekh Mahmud hari ini tidak seperti biasanya. Ada rasa lega yang membuncah, namun dibalut haru yang mendalam. Hari ini adalah titik finis sekaligus garis start baru bagi para santri yang melaksanakan Khataman Idaroh Khotmil Qur’an Binnadhor.

Bagi masyarakat umum, mungkin ini hanya sebuah seremoni. Namun bagi kami di keluarga besar Syekh Mahmud, ini adalah saksi bisu perjuangan bertahun-tahun.

Melewati Ujian Waktu: Dari Al-Fatihah Hingga 30 Juz

Perjalanan ini tidaklah instan. Para santri yang berdiri hari ini adalah mereka yang memulai langkah dari nol. Dimulai dengan tiga bulan penuh kesabaran hanya untuk membenarkan makharijul huruf pada surat Al-Fatihah dan bacaan Tahiyat. Mereka kemudian berlanjut menghafal Juz Amma, hingga surat-surat pilihan seperti Yasin, Al-Waqiah, Al-Mulk, dan Al-Kahfi.

Selama hampir tiga tahun—biasanya bertepatan dengan masa akhir studi SMP mereka—para santri ini konsisten mengaji hingga khatam 30 juz. Puncaknya adalah sistem Idaroh. Jika dari juz 1 hingga 29 mereka hanya disimak secara privat oleh ustadz atau pimpinan pondok, khusus di Juz 30 ini, bacaan mereka disaksikan oleh seluruh santri dan pengajar. Ini adalah bentuk apresiasi atas ketekunan mereka yang tak kenal lelah.



Bukan Akhir, Tapi Awal Pengabdian

Khataman ini sejatinya adalah sebuah "perpisahan" dengan masa belajar dasar, namun menjadi "pintu masuk" menuju dunia pengabdian. Di Ponpes Syekh Mahmud, mereka yang mengikuti Khataman Idaroh adalah santri-santri pilihan yang bacaannya telah dinyatakan benar dan fasih.

Oleh karena itu, setelah ini mereka tidak hanya memegang predikat "Khatam", tetapi memikul amanah baru: mengajarkan kembali ilmu yang didapat kepada adik-adik kelasnya. Inilah esensi keberkahan ilmu, yakni ketika ia diamalkan dan dibagikan.

Hal ini sejalan dengan pesan Rasulullah $SAW$ dalam sebuah hadist yang menjadi pedoman kami:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

"Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an dan mengajarkannya."

(HR. Bukhari, dalam Kitab Fadhailul Qur'an)

Momen yang Menggetarkan Hati

Puncak acara terjadi saat doa Khotmil Qur’an dilantunkan. Suasana mendadak hening, hanya terdengar isak tangis tipis dari sudut ruangan. Doa-doa dipanjatkan, bukan hanya untuk keberhasilan para santri, tapi juga untuk keberkahan bagi orang tua mereka di rumah yang telah ikhlas menitipkan dan mendoakan anak-anaknya selama bertahun-tahun di sini.

"Melihat mereka sampai di titik ini adalah kado terindah bagi kami. Rasanya seperti melihat benih yang kita tanam dengan sabar, kini mulai tumbuh hijau dan siap memberikan manfaat," ungkap salah satu pengasuh dengan nada bicara yang bergetar penuh syukur.

Selamat untuk para santri. Perjalanan kalian masih panjang, dan semoga Al-Qur'an tetap menjadi kompas dalam setiap langkah kalian ke depan.



Galeri Kegiatan & Informasi Pendaftaran:

Bagi Bapak/Ibu wali santri atau masyarakat yang ingin melihat dokumentasi lengkap kegiatan ini, silakan kunjungi:

🌐 www.ponpessyekhmahmud.my.id

Bagikan:

Diskusi & Komentar

Tinggalkan Komentar